Selasa, 31 Januari 2017

Bangga Jadi Polwan

ELSA Cahya Anggraini tak menyangka, jika dia akhirnya jadi polisi. Seperti kebanyakan teman sebayanya, gadis 20 tahun ini awalnya lebih ingin memilih melanjutkan kuliah selepas lulus SMA.

Namun nasib berhendak lain. Gadis yang akrab disapa Elsa ini yang awalnya coba-coba ikut tes masuk polwan, ternyata lulus dalam ujian seleksi bintara polisi. "Ya senang saja. Karena tiba-tiba jadi polisi wanita," katanya.

Studi di Liposos

MENGENAL banyak orang memang menyenangkan. Bertambah bangga, jika bisa dekat dengan para gelandangan yang butuh kasih sayang. Sehingga tak heran, Nabila Wihda Ardhilla, memilih menyelesaikan kuliahnya di Liposos, Dinsos Jember.

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember itu baru saja mendapat kesempatan mempelajari pola rehabilitasi para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Senin, 30 Januari 2017

Suka Main Futsal

SIAPA bilang sepak bola hanya menjadi olahraga khusus laki-laki? Felomenaria Saores Pardede termasuk salah satu gadis yang sangat menggemari sepak bola, khususnya futsal. Baginya, futsal sudah mengisi setiap ruas sendi tubuhnya.

Gadis kelahiran 8 Maret 1997 ini sudah mengenal sepak bola semenjak masih balita. Meskipun bukan berasal dari keluarga yang hobi bola, dirinya sudah sering bermain bola bersama teman-temannya. "Waktu kecil sering main bola sore-sore sama teman dan tetangga," kenangnya.

Antara Drumband dan Paduan Suara

BUKAN hanya pintar mengajar, Linda Mei Saraswati ternyata juga memiliki bakat menjadi pendamping pelatih paduan suara dan drumband. Bahkan untuk drumband, perempuan kelahiran Jember, 1 Mei 1977 ini juga yang mendesain kostum bagi grup drumband SDN Jember Lor 1, dalam kegiatan JFC dan Mata Najwa on Stage kemarin,

Jumat, 27 Januari 2017

Sempat Jadi Presma


 SEJAK berstatus mahasiswa, Wiwin Riza Kurnia memilik menyibukan diri dalam dunia pergerakan. Di kampus, Wiwin aktif dalam sejumlah organisasi kemahasiswaan. Kepiawaiannya berorganisasi mengantarkan gadis kelahiran 8 Juni 1992 ini sebagai presiden mahasiswa (presma ) di Politeknik Negeri Jember (Polije), almamaternya.

Geluti Seni Tari dan Keroncong


 MINAWATI  Nadhifah memiliki darah seni dari ibunya yang menjadi biduan khasidah. Sejak SD, gadis yang akrab disapa Minawati ini sudah aktif memperlihatkan bakat menyanyinya.

 Salah seorang gurunya melihat potensi tersebut, sempat menunjuknya sabagai wakil sekolah mengikuti kejuaraan keroncong tingkat kecamatan.

Kamis, 26 Januari 2017

Kembangkan Bakat Santri


 SETIAP  orang memiliki bakat yang terpendam dalam dirinya. Mila Karmila percaya, jika bakat itu diasah, akan membuahkan prestasi yang membanggakan.

 Terbukti, saat mendampingi santri dalam berbagai lomba, mampu menorehkan prestasi.

 Untuk itulah, perempuan kelahiran 21 Januari 1984 iyu tak pernah lelah memilah bakat santri di Ponpes Nuris Antirogo agar dikembangkan. Dia dipercaya menjadi koordinator ekskul science di sekolah. "Tugasnya mnyeleksi santri agar menekuni bakat masing-masing," katanya pada Jawa Pos Radar Jember.

Jago Silat dan Karate

 ENIK Eka May Setyawati bukan perempuan biasa. Delain meraih berbagai prestasi di bidang olahraga, perempuan kelahiran 23 Mei 1986 itu juga ahli bela diri karate. Bahkan, menjadikan silat dan karate sebagai motivasi hidupnya.

 Perempuan yang akrab disapa Enik ini, sekarang sebagai guru olahraga di SDN Mangli 02 Jember. Meskipun sebagai honorer, semangatnya tak pudar untuk menjadikan siswa berprestasi seperti yang pernah diraihnya.

Rabu, 25 Januari 2017

Belajar Politik

MENJADI  asisten legislator, membuat Azizatul Maulida pun akhirnya menemukan keseruan di dunia politik. Hal inilah yang membuat perempuan kelahiran Jember,28 Oktober 1988 itu ingin berkiprah di dunia politik. Namun di satu sisi, dirinya ternyata juga memiliki mimpi melanjutkan kuliah sesuai dengan hobinya, yakni desain.

"Awalnya saya malah tidak suka dengan politik," ucap putri pasangan Kasmanan dan Layyin Hanif ini.

Namun bersentuhan dengan politik sudah mulai dia lakukan saat masih kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Jember. Yakni saat Azizatul ikut dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Operator WAR


MENJADI  anak seorang perwira polisi, Verliyana Esphi Dwike Valensi, ikut-ikutan ingin menjadi polisi. Apalagi dia begitu mengidolakan sang ayahnya sendiri. Karena keinginannya yang tinggi, sejak Februari 2016 lalu dia tepilih jadi anggota polisi.

Sikap kepemimpinan ayahandanya AKP M. Sudariyanto, membuat dia semakin terinspirasi menjadi polisi. Bahkan, polisi wanita berpangkat Brigadis Dua (Bripda) itu memliki ambisi melebihi ayahnya, "Abdi negara yang dituntuk mengayomi masyarakat itu polisi," ujarnya.