Selasa, 31 Januari 2017

Studi di Liposos

MENGENAL banyak orang memang menyenangkan. Bertambah bangga, jika bisa dekat dengan para gelandangan yang butuh kasih sayang. Sehingga tak heran, Nabila Wihda Ardhilla, memilih menyelesaikan kuliahnya di Liposos, Dinsos Jember.

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember itu baru saja mendapat kesempatan mempelajari pola rehabilitasi para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).


Dia memilih, karena tidak mau ketika lulus nanti, bekal ilmu yang dimiliki kurang alikatif.

Gadis asal Kabupaten Pamekasan merasa memiliki banyak tantangan saat ada di Liposos. Mulai merawat, menyuapi makan, sampai memandikan penghuni Liposos yang lanjut usia, dia lakukan dengan senang hati. Meski dia tetap harus fokus memperhatikan kesehatan para penghuni Liposos. "Bangunan Liposos sudah sangat representatif," katanya.

Bahkan menurutnya, daripada para gelandangan hidup di jalanan, lebih baik ada di Liposos. Apalagi, semua biaya hidup sudah ditanggung negara melalui dana APBD Pemkab Jember.

Meski baru tiga hari melakukan kegiatan studi di Liposos Dinsos Jember, Nabila sudah merasakan bahwa teori yang didapat dari kampus, tidak semuanya bisa diterapkan begitu saja di lapangan. Butuh sebuah penyesuaian lingkungan. "Tapi teori tetap dibutuhkan untuk sebuah pegangan," jelasnya.

Sebagai makhluk sosial seperti masyarakat lainnya, dia mengaku sering trenyuh saat melihat gelandangan berusia Lansia. Bahkan tidak jarang dia merenung, kelak ketika dia sudah tua. Sehingga tak heran, refleksi kehidupan itu semakin membuatnya ikhlas berbuat pada gepeng di Liposos.

Beberapa hari ber[proses di Liposos Dinsos Jember, dia merasa tertarik menjadi pekerja sosial profesional. Bahkan ketika nanti sudah lulus kuliah, dia ingin pulang kampung ke Madura mengabdi di Dinsos Pemkeb Pamekasan. (rul/c1/hdi)



 Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 10 September 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar