Kamis, 26 Januari 2017

Kembangkan Bakat Santri


 SETIAP  orang memiliki bakat yang terpendam dalam dirinya. Mila Karmila percaya, jika bakat itu diasah, akan membuahkan prestasi yang membanggakan.

 Terbukti, saat mendampingi santri dalam berbagai lomba, mampu menorehkan prestasi.

 Untuk itulah, perempuan kelahiran 21 Januari 1984 iyu tak pernah lelah memilah bakat santri di Ponpes Nuris Antirogo agar dikembangkan. Dia dipercaya menjadi koordinator ekskul science di sekolah. "Tugasnya mnyeleksi santri agar menekuni bakat masing-masing," katanya pada Jawa Pos Radar Jember.


 Dia mengatakan potensi pelajar penting untuk diarahkan. Sehingga, mereka tidak hanya mampu dalam memahami pelajaran agama, tetapi juga memiliki keterampilan dalam bidangnya. Seperti kemampuan berbahasa Inggris, teknologi dan science.

 Setiap santri yang baru masuk ke pesentren Nuris, bakat mereka diseleksi agar bisa dibimbing dan dikembangkan. Ada sekitar 20 bidang bakat yang tersedia di sana. Seperti robotika, pramuka, jurnalistik dan lainnya.

 Selain itu, perempuan yang akrab disapa Mila tersebut juga memiliki tugas untuk menyusun kurikulum, mengevaluasi serta ujian olompiade sekolah. Pengembangan bakat santri itu diasah secara profesional.

 "Ketika tes seleksi, juga ada tes psikoligi bagi mereka," tuturnya. Ada santri yang memiliki IQ tinggi, tapi semangat berprestasi rendah, begitu juga sebaliknya. Sehingga perlu penanganan khusus agar bisa seimbang.

 Tak hanya itu, dia juga bertugas untuk menyeleksi santri yang akan ikut lomba. Harapannya, ketika dibimbing secara khusus, bisa meraih juara. Terbukti, banyak santri Nuris yang meraih prestasi ketika ikut lomba di luar kota. Mulai dari tingat daerah sampai nasional. Semua itu karena bimbingan dan pengembangan bakat yang dilakukan oleh pengurus pesantren melalui madrasah science. "Semua lembaga ada ekskul science," pungkasnya. (gus/c1/hdi)



Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 4 September 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar