Kini, sebagai aktivis perempuan, gadis lulusan D4 Program Medical Record jurusan kesehatan ini menaruh kepedulian besar ihwal perbaikan dan pengembangan dunia perempuan kekinian. Di usianya yang ke-24 tahun, Wiwin maju sebagai pionir atas berdirinya sekolah perempuan di Jember.
Hingga kini, di sela kesibukannya bekerja di bagian rekam medik RSU (Rumah Sakit Umum) Kaliwates Jember, Wiwin terus memotori gerakan yang dirintisnya tersebut. Dia juga mengaku sempat menjadi presenter di salah satu stasiun televisi swasta.
Wiwin masih mempunyai mimpi agar para Kartini masa kini tidak tenggelam di tengah perkembangan zaman. Baginya, perempuan mesti ranah strategis, agar tidak hanya bisa memask dan berdandan. (has/mg/har)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 6 September 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar