ELSA Cahya Anggraini tak menyangka, jika dia akhirnya jadi polisi. Seperti kebanyakan teman sebayanya, gadis 20 tahun ini awalnya lebih ingin memilih melanjutkan kuliah selepas lulus SMA.
Namun nasib berhendak lain. Gadis yang akrab disapa Elsa ini yang awalnya coba-coba ikut tes masuk polwan, ternyata lulus dalam ujian seleksi bintara polisi. "Ya senang saja. Karena tiba-tiba jadi polisi wanita," katanya.
Alasan lain, jadi polwan membuat dia bisa lebih dekat dan bisa membantu masyarakat, serta memberikan informasi yang baik pada mereka.
Di awal karirnya, Elsa bertugas sebagai anggota Satuan Reskrim di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Balung,selama satu setengah tahun. Ketika baru-baru ini Polres Jember melaunching sistem informasi WAR (we are ready), Elsa terpilih menjadi salah satu operatornya. Sudah sekitar ti8ga bulan berjalan ia menjadi operator WAR.
Polwan berpangkat Brigadir Dua (Bripda) ini menuturkan, banyak hal yang ia dapatkan selama menjadi berada di posisi barunya tersebut. Dia jadi tahu banyak masalah perkembangan teknologi informasi yang belakangan marak. Bahwa kemajuan teknologi haruslah diikuti sesuai dengan perkembangan masyarakat.
Elsa berpendapat, Kriminalitas terjadi sesuai dengan perkembangan masyarakat. Saat ini banyak tindak kriminal yang terjadi melalui sarana sosial media. Sehingga, selaku operator WAR, dirinya berusaha mengimbangi pergeseran fenomena masyarakat tersebut. (mg/hdi)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 11 September 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar