PERHATIANNYA terhadap pemberdayaan anak membawa Grasia Renata Lingga jauh-jauh datang dari Bengkulu dan menjadi salah seorang relawan di komunitas Tanoker Lodokombo. Berbagai hal menarik telah dia pelajari semenjak tinggal di Ledokombo satu tahun lalu.
Gadis kelahiran 27 Mei 1991 ini memang sangat tertarik kepada hal yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya wanita dan anak-anak. Bahkan sejak masih berstatus mahasiswa, dirinya bergabung dengan lembaga pemberdayaan perempuan dan anak-anak di tempat tinggalnya. "Terus pernah ke Jakarta untuk jadi relawan juga," kenangnya.
Niatnya untuk menjadi relawan di Tanoker bermula ketika mendapat informasi melalui media sosial. Bagi gadis yang akrab disapa Renata ini, pendekatan yang dilakukan di Tanoker cukup unik. "Menarik ketika melihat anak-anak digerakkan untuk melakukan perubahan di desa melalui permainan tradisonal, sehingga tidak mengubah esensi anak itu sendiri," kata Renata.
Konsep ini tentu sangat berbeda dengan yang selama ini dia jalani di Bengkulu. Kala itu, dirinya bersama teman-teman lembaga harus bersosialisasi dan melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah.
"Kalau di sini, anak-anak sudah punya pola kegiatan sendiri," terangnya.
Hal inilah yang menyebabkan alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu ini makin betah dekat dengan anak-anak di Ledokombo. "Saya belajar banyak di sana. Dulu awalnya saya pikir orang-orang di desa tidak bisa melakukan hal seperti ini, tetapi begitu sampai sini malah saya yang harus belajar banyak," aku Renat.
Apalagi perannya sebagai koordinator pengembangan informasi dan jaringan membuat anak keempat dari lima bersaudara ini banyak bertukar pikiran dengan para pemuda yang tinggal di sana. Dirinya sama sekali tak menduga rrespon para pemuda terhadap perkembangan zaman sengat besar.
"Selama saya di Bengkulu, kita-kita yang harus membuat banyak program kegiatan dan menyosialisasikan kepada anak-anak. Tetapi di sini anak-anak jauh lebih produktif. Mereka meranvang sendiri kegiatan mereka, kalau saya telat mereka yang mengingatkan tentang komitmen, dan lain sebaganya," kata Renata. (lin/c1/hdi)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 13 September 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar