Selasa, 14 Februari 2017

Kampanye Jantung Sehat


MEREMEHKAN penyakit sama dengan menantang maut. Apalagi penyakit mematikan seperti jntung. Menurut dr Dwi Aryanti SpJP, selain pola hidup sehat setiap orang harus tahu cara mendeteksi kelainan irama jantung.


Dokter spesialis yang berdinas di RS DKT Jember itu memiliki cara sederhana, mengenali kelainan irama jantung. Tak perlu alat canggih. Cukup memanfaatkan yang ada, deteksi jantung pun bisa dilakukan dengan sederhana. "Setiap orang pasti bisa melakukannya," yakinnya.

Menurut dr Dwi Ariyanti, caranya cukup menempelkan tiga jari tangan kanan ke nadi pergelangan tangan kiri.

Setelah menemukan denyut nadinya, detak nadi dihitung setiap menitnya. Semisal dalam satu menit terhitung 60 sampai 100 kali denyutan nadi, berarti jantung bisa dikategorikan normal.

Meski demikian, setiap orang harus tetap menjaga pola hidup sehat. Sebab meski denyut nadinya normal, jika pola hidupnya tidak terkontrol, bisa saja serangan jantung datang dengan tiba-tiba. "Karena jantung datangnya bisa mendadak," katanya.

Selia itu, juga masih banyak penderita jantung yang tidak sadar, jika dirinya mengidap penyakit mematikan tersebut. Sebab hasil kajinya yang banyak ditemukan, mayoritas karena banyak yang tidak bergejala. "Tentu membuat kita terlena," katanya.

Berolahraga pun tidak mesti mampu melawan serangan jantung. Apalagi olahraga yang difosir. Dia menyarankan untuk melakukan olahraga ringan namun kontinu. Salah satu olahraga yang disarankan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah tersebut, tak lain senam pagi maupun sore. Jika dijalankan rutin, dia optimistis jantung di tubuh akan bersahabat dengan sehat.

Pun demikian dengan pola makan. Makanan dengan lemak tinggi apalagi dikonsumsi dengan berlebihan. "Lebih baik perbanyak makan buah. Karena buah jauh lebih sehat," pungkasnya. (rul/c1/hdi)


Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 4 Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar