Kamis, 02 Februari 2017

Anggota Basarnas

MENJADI  tim Basarnas perempuan satu-satunya, bukan menjadi penghalang bagi Dini Nurfitriya. Meski harus melawan alam, dia hadapi dengan penuh kasih sayang. Sebab pekerjaan yang dia lakukan, sudah menjadi kegemarannya sejak SMA.

Perempuan kelahiran 19 Juli 1984 itu mengaku sudah sejak tahun 2007 lalu menjadi anggota Basarnas. Meski jurusan kuliahnya tidak nyambung dengan profesinya saat ini. namun dunia search and rescue sudah dikenalnya sejak sekolah remaja. "SMA saya sudah jadi anggota peninta alam," akunya.


Dini mengaku asik dengan dunia alam dan SAR sudah mendarah daging di tubuhnya. Apalagi, dia memiliki rekan kerja yang begitu men-support dengan total. "Sampai merasa seperti keluarga sendiri," tuturnya.

Sejuta pengertian diberi rerkan kerja yang semua pria. Bahkan jam piket juga disesuaikan dengannya. Meski demikian, dia lebih memilih ikut gabung bersama rekan kerjanya, terlebih ada musibah yang perlu pertolongannya.

Tentu sikapnya yang demikian, tak lepas dari dukungan suaminya. Selain itu keluarga yang ikut mendukung pekerjaan mulia. "Mereka tahu betul soal pekerjaan saya. Apalagi suami. Dia yang paling mendukung saya bertugas di Basarenas," akunya.

Perempuan yang tinggal di jalan Radeh Patah Gang 7/105 Jember itu bakal terus mengabdikan dirinya di Basarnas, karena bangsa memang membutuhkan seorang relawan SAR. Dia juga berharap, anggota Basarnas di Jember tak hanyta dirinya.

Bukan bermaksud menyampaikan rasa kesepiannya. Melainkan lebih kepada pembuktian, bahwa seorang perempuan juga bisa menjadi seorang anggota Basarnas. "Menolong orang sampai mengevakuasi mayat korban bencana alam, bagi saya sudah biasa," tuturnya.

Bahkan, mengevakuasi mayat yang sudah busuk pun, dia m,engaku sudah terbiasa. "Ya. Karena saya menilai itu bagian dari ibadah," katanya. Meski demikian, dia berharap tidak ada lagi korban bencana maupun kecelakaan alam. (rul/c1/hdi)


Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 14 September 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar