Selasa, 14 Februari 2017

Kosmetik Kimia Berbahaya


MENJADI cantik memang idaman semua perempuan. Namun menurut RR. Lidia Imaniar, ambisi meraih kecantikan tak perlu frontal harus memakai kosmetik yang berlebihan. Apalagi sampai menggunakan produk tanpa sertifikasi BPOM. Sebab jika slah pakai kosmetik, muka cantik malah jadi rusak.


Dokter muda yang tinggal di Jalan Halmahera 2 Jember, itu mengaku bahwa penggunaan kosmetik kimia berlebihan malah bisa memperburuk kulit wajah.

Apalagi digunakan dengan waktu yang cukup panjang. Belum lagi bagi pemilik kulit wajah yang sensitif. "Gunakan sesuai dosis dan kebutuhan," sarannya, saat diwawancarai Selasa (2/8) kemarin.

Supaya lebih aman, setiap menggunakan kosmetik, pengguna harus rajin membersihkannya. Sehingga, bahan kimia berbahaya tidak sampai merusak kulit wajah. Membersihkannya pun harus benar-benar bersih.

Membeli kosmetik juga memang harus jeli. Meski harga barangnya murah, terpenting cocok dan tentu aman. "Selain harus jeli, disarankan membeli produksinya di tempat yang jelas," tuturnya.

Menurut Lidia, jeli yang dimaksud pengguna kosmetik harus tahu kandungan bahan dalam kosmetik yang digunakan. Bahan jika masih bingung karena awam, dia menganjurkan lebih baik konsultasi pada dokter spesialis yang membidangi kulit.

Bahkan jika dirasa tidak memiliki waktu konsultasi, juga bisa berburu informasi di internet. Namun tentu, informasi yang dicari harus bersumber dari orang yang memiliki kredibilitas. "Apalagi jika kosmetik yang digunakan tidak cocok. Selain harus menghentikan penggunaannya, lebih baik segera datang ke dokter," tutur dokter muda berumur 23 tahun itu.

Putri pasangan suami istri Prof Andi Sularso dengan RR.Lili Safiani, itu pun bercita-cita bisa melanjutkan pendidikan di spesialis kulit. Harapannya, supaya dia mampu membantu para perempuan yang memiliki masalah dengan kulit wajahnya. "Bahkan keloak saya juga ingin memiliki klinik kecantikan," pungkasnya. (rul/c1/hdi)

Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 03 Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar