Kamis, 09 Februari 2017
Ikhlas Itu Ibadah
BEKERJA sama dengan beribadah. Namun, hanya pekerjaan halal yang berhak disebut ibadah. Begitu yang dipercayai Gayatri Ayu Pramita, seorang staf administrasi di Bandara Notohadinegoro Jember.
Gadis asal Jember itu sudah hampir dua tahun menjadi karyawan SMA, dia tak canggung menjadi tenaga administrasi. Sebab yang terpenting selain tertib administrasi, teliti, terperinci dan yang terpenting sikap jujur, harus tetap dia tonjolkan untuk meraih pahala.
Menyebut halal bukan hanya pekerjaannya, namun lebih kepada apa yang dikerjakan. Sebab kerja di instansi pemerintahan tentu pasti halal. "Beruntung di tempat saya kerja mengedepankan transparasi. Bahkan saya semakin bisa jujur karena lingkungan kerja yang mendukung," ujarnya.
Meski umumnya masih 20 tahun, gadis yang tinggal di Jalan Branjangan 54 Patrang itu tidak pernah merasa paling muda apalagi sapai disebut minim pengalaman. Karena di tempat kerjanya seperti media pembelajaran bersama. "Semua terbuka. Semua belajar bareng. Pastinya semua mengajak jujur menggunakan uang negara," katanya bangga.
Meski dia belum berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di tempatnya kerja, namun Pramita tidak pernah mau bekerja setengah hati. Sebab selain imbalan materi, dia juga berharap dapat pahala dari ibadah yang dia lakukan.
Seperti kata kedua orang tuanya, Sumaji dan Mujayanah, yang selalu mengajarkannya bahwa konteks beribadahtidak hanya terbatas pada salat lima waktu. Sebab melayani masyarakat dengan penuh ikhlas, juga bagian dari sumber pahala lainnya.
Memahami hal yang demikian, tentu semakin membuatnya bersemangat mencari pundi-pundi pahala. Terlebih, apa yang dia lakukan itu juga diyakini, mampu memberi penilaian positif bagi presentasi kinerjanya.
"Tidak ada yang salah dengan kerja ikhlas. Karena semua baik," pungkasnya.(rul/c1/hdi)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 28 September 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar