MEMPELAJARI bahasa lain selain bahasa ibu bagi sebagian besar orang adalah hal yang sulit. Namun, tidak bagi berlaku Nina Sutrisno.
Bahkan, peerempuan kelahiran Jember 12 Juli 1980 getol-getolnya mempelajari banyak bahasa asing untuk memperkaya khasanah bahasanya.
"Awalnya sulit, tapi ketika sudah tahu kuncinya gampang kok belajar bahasa," ucap perempuan yang kini menjadi staf di Unit Pengembangan Bahasa IAIN Jember ini.
Dia menjelaskan jika setiap bahasa memang memiliki karakter yang berbeda antarasatu dengan yang lain. Jangankan beda negara, antara daerah dan suku saja sudah berbeda.
"Namun sebenarnya memiliki kesamaan yakni grammar (struktur kalimat) yang universal," ucap dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan IAIN Jember ini.
Jika sudah memahami grammar ini, menurut perempuan yang menguasai lima bahasa ini, maka seseorang akan memiliki kemampuan untuk menyerap bahasa lain termasuk untuk vocabulary alias perbendaharaan kata.
Menurut putri pasangan Sutrisno dan Ekaning Dwi Palupi ini, mempelajari bahasaini banyak sekali manfaatnya. Karena memang bahasa ini sangat unik dan menimbulkan keasyikan sendiri jika bisa mengetahui bahasa yang baru. "Bahasa baru bisa membuat orang survive di lingkungan yang ditempatinya," imbuh istri Anies Mulyana Santoso ini.
Karena bertugas di IAIN Jember, dirinya pun kini tengah getol untuk memperdalam ilmu bahasa Arab. Apalagi,memang dalam kegiatan sehari-hari utamanya ngejar juga bersentuhan dengan berbagai literatur bahasa Arab. Sehingga dirinya pun mengupgrade diri mempelajari bahasa Arab. Sehingga dapat lebih mudah berkomunikasi di tempatnya mengajar saat ini.
Memang kadang diakuinya mempelajari bahasa kadang memiliki halangan. Di mana masyarakat sekitar dan lingkungan masih belum siap menghadapi banyak perbedaan bahasa baru.
"Misal di sekolah anak berbahasa inggris, pasti dibilang sok Inggris, sok British. Padahal itu proses belajar bahasa yang baik," jelasnya. Sehingga jika ingin mempelajari banyak bahasa harus siap dengan berbagai godaan di atas. (ram/c1/hdi)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 17 September 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar