Sabtu, 04 Februari 2017

Dalami Penari Bedaya



TARI tradisional sudah menjadi dunia Danissalsa Tiata Balqis Kurnia sejak masih TK. Sejak aktif belajar tari tradisional, bakatnya sudah terlihat.

Selama ini dia sudah terlibat dalam berbagai festival tari tradisional, mulai di Jember hingga luar daerah.

Bahkan, baruy-baru ini gadis yang akrab disapa Salsa ini masuk dalam 10 besar penari terbaik di ajang festival tari8 tradisional yang digelar di Ponorogo.


Salsa mengakui, spesialisasinya adalah tari bedaya. Yakni, tarian klasik Jawa yang dikembangkan di kalangan keraton-keraton pewaris tahta Mataram. Belia 15 tahun ini mengaku, semula dirinya tidak punya alasan khusus atas pilihannya menekuni tarian tradisional. "Hanya suka saja," katanya.

Tetapi, belakangan aktivitasnya tersebut memiliki dorongan lain selain sekedar suka. Dia ingin menjadi generasi muda yang cinta dan ikut andil melestarikan budaya bangsa.

Salsa beruntung memiliki orang tua yang men-support dunia yang digelutinya tersebut. Menurut dia, capaiannya di dunia tari sejauh ini tak lepas dari peran serrta orang tuanya yang sejak SD memasukkannya di sanggar tari. Dari situ dirinya secara intensif belajar tari.

Tetapi, diakui Salsa, menjadi penari bukanlah cita-cita profesinya. Tetap seperti  kebanyakan anak seusianya, Salsa berharap kelak bisa menjadi dokter sambil tetap menekuni tari sebagai hobinya. (mg/har)


Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 19 September 2016


Tidak ada komentar:

Posting Komentar