Selasa, 07 Februari 2017

Mandiri dan Disiplin

MENJADI perempuan harus mampu bersikap tangguh. Sebab hanya perempuan tangguh yang memilih nilai lebih di mata para pria. Begitu yang dirasakan Larasati, seorang mahasiswi yang tak mau terlihat manja.

Gadis kelahiran Kecamatan Tanggul, itu sejak kecil sudah terbiasa dengan sikap disiplin. Bahkan saat duduk di bangku SMA, dia sempat tinggal di salah satu Popes yang ada di Talangsari, Jember. "Saat di pondok semakin membuat saya mandiri dan disiplin," ujarnya.


Berkat kebiasaannya hidup tangguh dengan kebiasaan disiplin, membuat mahasiswi semester tiga Fakultas Ekonomi, Unmuh Jember ini mudah menyesuaikan hidup mandiri di kampus. Terlebih, dia harus kos dan jauh dari pantauan orang tuanya.

Ketangguhannya kembali diuji. Setelah ayahnya meninggal dunia sekitar dua tahun silam. Namun bukan Laras namanya, juka sisulung itu tak mampu bangkit dari kenyataan yang banyak dinilai orang cukup berat. "Soal yang ini kuncinya harus ikhlas," pungkasnya.

Belum lengkap baginya, jika sikap tangguh, disiplin dan mandiri, tanpa ada bekal intelektual dan organisatoris. Apalagi dia saat ini memegang status mahasiswa. Sehingga peran berkontribusi pada negeri, harus dia lakukan bersama para aktivis mahasiswa lainnya.

Laras mengaku banyak pelajaran dan ilmu berharga, yang dia peroleh di organisasi yang dia ikuti saat ini. Selain pengetahuan dan wawasan yang dia buru, jaringan senioritas juga dia peroleh. "Asyiknya bisa kenal banyak alumni yang sudah ngetop. Padahal orang lain hanya bisa mengenalnya dari layar kaca," tuturnya, sambil menyebut nama Mahfud MD.


Dia pun berjanji tak akan pernah mau menjadi sosok perempuan manja. Apalagi, hanya puas di posisi kedua setelah para pria.Sebab yang dia yakini, semua manusia memiliki potensi yang sangat berarti.

"Termasuk saya dan para perempuan lainnya,"katanya dengan nada optimistis. (rul/c1/hdi)

Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 22 September 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar