Sabtu, 11 Februari 2017
Cantik Itu Sehat
SEMUA wanita memiliki potensi cantik. Namun mempercantik diri, ternyata tidak semua biasa melakukannya. Begitu pengalaman yang dirasakan Ardiana, seorang konsultan kesehatan dan kecantikan.
Perempuan asli Jember ini memiliki aktivitas keluar masuk perkampungan. Setiap turun ke lapangan, dia selalu mengenalkan cara mempercantik paras wajah namun tetap sehat.
"Cantik itu sehat luar dalam. Karenanya, hati juga harus cantik," tuturnya.
Ibu lima orang anak ini mengakui, bahwa menjadi cantik memang bukan hal mudah. Apalagi ketika harus menjaga kondisi tubuh. Tetap langsing tentunya dengan menjaga pola makan.
"Karena penyumbang sumber penyakit paling dominan, tak lain makanan yang terkontrol," ujarnya.
Diana mengaku, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa kesehatan mampu membuat seorang wanita tampil cantik. Apalagi, ketika rajin mengonsumsi sayuran dan buah. Kecantikan bakal semakin tampak auranya.
Perempuan berumur 39 tahun itu juga mengajak para wanita di Jember, supaya tidak terlalu sering menggunakan kosmetik berbahan kimia. Apalagi, tidak memiliki kejelasan merek serta komposisinya. Sebab penggunaan kosmetik kimia yang terus-terusan, bisa mengundang penyakit kulit di wajah.
Sarjana ekonomi itu pun mengaku, bahwa seorang perempuan seperti kehilangan identitasnya, jika wajah yang dimiliki rusak karena penyakit yang dibuatnya sendiri. Apalagi wajah bagian dari representasi masing-masing orang.
Karenanya, Diana kembali mengajak supaya para perempuan bijak memperlakukan wajah dengan pola jangka panjang. "Lebih baik cantik selamanya, ketimbang cantiknya hanya sementara," pungkasnya. (rul/c1/hdi)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 29 September 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar